SWA Digital   Home Shopping Cart   Sign In Register  
  Rabu, 20 Maret 2019   How to Order Shipping Payment Term & Condition Contact Us  

Articles
Photos
Documents
06 Sep 2011
Multiply Indonesia di Tangan Daniel Tumiwa
April 2011, Multiply Inc. secara resmi membuka kantor perwakilan di Indonesia.
Home > Artikel

Shopping Cart: 0 Items:  


  Sandyakalaning Bappenas
  Menata Ulang Jakarta
  Runtuhnya Kekuasaan Negara di Dunia Bisnis
  Menelaah Kinerja Perusahaan Publik
  Mereka Mengabadikan Wajah Anda

Most Buy Articles
PERINGKAT 10 PERUSAHAAN TERPERCAYA 2009 (GCG) : Peringkat Perusahaan Terpercaya - SWA Edisi 27/2009
PERINGKAT PERUSAHAAN TERPERCAYA 2010 (GCG) INDONESIA MOST TRUSTED COMPANIES : Mereka yang Terpercaya - SWA Edisi 26/2010
Ayo, Berbisnis Seirama dengan Etika! - SWA Edisi 27/2011
Ketika GCG Menyentuh Pengelolaan Risiko - SWA Edisi 27/2012
Membudayakan GCG dengan Manajemen Pengetahuan - SWA Edisi 27/2013

 

 


Articles

Menuju Relasi, Baru Memacu Transaksi
Bisnis menjamu dan dijamu relasi berjalan seiring dengan bisnis itu sendiri. Bagaimana etikanya?
  Harga : Rp 75,000,-

Komunikasi Menuju Karier Puncak
Komunikasi yang persuasif merupakan syarat mutlak meniti karier puncak. Inilah jurus-jurusnya.
  Harga : Rp 75,000,-

Humpuss Mestinya Bisa Lebih Kokoh
Muda, agresif dan berbeda. Itulah kesan yang terbaca dari berita di media massa maupun prospektus PT Humpuss sendiri. Memang, pertum buhan usahanya begitui pesat (diberitakan penjualannya mencapai di atas Rp 275 milyar pada 1989) padahal baru didirikan pada 1984 dengan modal Rp 0,2 milyar. Seandainya kelompok perusahaan ini go public, dengan pertumbuhan usaha (maupun arus kas atau labanya) seperti itu, maka apresiasi pasar tak pelak lagi akan sangat positif.
  Harga : Rp 50,000,-

Profesional Di Sekeliling Tommy
Inilah para profesional yang tak lain merupakan kepanjangan tangan Tommy di holding Humpuss Group. Siapa dan bagaimana mereka?
  Harga : Rp 125,000,-

Kopkar Humpuss Ingin Mandiri
Umur Kopkar (Koperasi Karyawan) PT Humpuss baru genap satu tahun pada 21 Mei 1991. Tapi koperasi yang beranggotakan 114 karyawan ini berkembang cukup pesat. "Kami mendapat dukungan penuh dari Pak Tommy," ungkap Herry Sunardi, Ketua Kopkar Humpuss yang juga Direktur Muda Umum PT Humpuss. Menurut Herry, koperasi ini start dengan modal dari simpanan pokok anggota sebesar Rp 1,71 juta, ditambah dana dari PT Humpuss sebesar Rp 142 juta.
  Harga : Rp 50,000,-

Napas Kuda Bisnis Perkapalan
Pada Jumat siang, 19 Januari 1990, di tengah panas mentari yang menyengat, keplokan ta- ngan serentak terdengar setelah LNG (Liquified Natural Gas) dimuatkan ke kapal pengangkut LNG Ekaputra, milik Humpuss Group. Semua undangan yang hadir di Dermaga IPT Badak, Bontang, Kalimantan Timur pada hari itu memang pantas bergembira. Sebab, itulah pertama kalinya LNG Indonesia diangkut oleh kapal swasta nasional.
  Harga : Rp 50,000,-

Udang Madewa Lolos Sensor
Didirikan pada September 1986, PT Madewa (Makara Dewa Wisesa) memulai usaha dengan membangun hatchery (pembenihan udang). "Perkembangan tambak udang cukup pesat pada waktu itu, sehingga memerlukan benur yang cukup banyak," jawab Poedjoko Maryulianto, Dirktur Utama Madewa, memberi alasan masuk ke bidang itu. Proyek yang menelan investasi awal Rp 1 milyar ini, mulai berproduksi pada 1987. Total produksi tahun itu mencapai 40 juta ekor benur, tapi yang terjual menurut Poedjoko hanya 35 juta dengan harga rata-rata Rp 25 per ekor. Itu berarti penjualan benur Madewa pada tahun pertama mencapai Rp 875 juta. "Saat itu harga benur memang tinggi," jelas Poedjoko.
  Harga : Rp 50,000,-

Sarapan Gudeg Dalam Jet Eksklusif
Seorang konglomerat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, tak lama setelah azan Subuh dikumandangkan. Ditemani ajudan dan sekretaris pribadi, mereka disambut hangat oleh awak Gatari Air Service yang bakal menerbangkannya dengan pesawat jet eksekutif. Sambil berjalan menuju ruang tunggu utama, dia berkata kepada ajudannya, "Rasanya kok enak ya, kalau kita sarapan nasi gudeg dalam pesawat." Itu memang hanya kelakar, tapi ditanggapi serius oleh staf Gatari yang kebetulan mendengarnya. Dia langsung memesan makanan khas Yogyakarta itu, yang harus diantar ke bandar udara saat itu juga. Maka pada penerbangan tersebut, dalam pesawat jet bertarif US$ 4.100 (Rp 7,9 juta) per jam, sang konglomerat disuguhi nasi gudeg sebagai sarapan.
  Harga : Rp 50,000,-

Dari Bandara Berkiprah Di Udara
Pada 1986 industri periklanan di Indonesia mulai marak lagi. Produsen barang dan jasa tak hanya ingin mengiklankan produk mereka secara above the line seperti lewat media cetak misalnya, tetapi juga mulai tertarik menggunakan cara below the line, antara lain melalui media luar ruang berupa papan reklame dan neon box.
  Harga : Rp 75,000,-

Laba Sempati Belum Selalu Pesawat Jetnya
Kendati hanya menguasai 25% saham, Humpuss Group boleh dikatakan sebagai pilot PT Sempati Air. Buktinya, perusahaan penerbangan yang sebelumnya bernama PT Sempati Air Transport kini dipimpin oleh Hasan M.Soedjono yang sebelumnya salah seorang staf ahli direktur utama Humpuss Group.
  Harga : Rp 50,000,-

Proyek Angus-Angusan Humpuss
Langkah Humpuss Group masuk ke industri perminyakan diayunkan sejak 1986. Tapi, hingga April 1991, kegiatan PT Humpuss Patragas - anak perusahaan yang mengelola bidang ini - baru sampai pada tahap persiapan pengeboran. Padahal untuk sampai ke tahap itu Humpuss sudah menghabiskan anggaran milyaran rupiah. "Studi prakelayakan saja menghabiskan Rp 1.2 milyar." ujar Ongki P.Sumarno. Komisaris HP.
  Harga : Rp 50,000,-

Laju Humpuss Di Jalur Tol
Waktu tempuh Jakarta-Merak tampak bakal lebih pendek lagi. Jika jalan tol Tangerang Merak yang kini tengah digarap Humpuss Group selesai, kedua kota tersebut dapat ditempuh separo waktu dari sekarang. "Diharapkan pada 1994 sudah berfungsi sepenuhnya," tutur Idris Ranadipura, Direktur Marga Mandalasakti, sebuah konsorsium antara Humpuss (44,2%) dengan empat mitra lokal, yaitu Hanurata Coy. Ltd. (22,5%), Krakatau Steel (5%) dan Yayasan Wanajaya Departemen Kehutanan (5%).
  Harga : Rp 50,000,-

Petrokimia Humpuss
Kurang lebih 4 tahun mendatang, industri petrokimia tampaknya akan menjadi salah satu tulang punggung Humpuss Group. Soalnya, mulai tahun ini, Humpuss Group akan mendirikan pabrik methanol, PTA (Pure Terephthalic Acid), dan amonia-urea. Proyek yang diperkirakan menelan investasi sekitar US$ 1 milyar ini, ditargetkan berproduksi pada 1994.
  Harga : Rp 50,000,-

Bagaimana Humpuss Ke Puncak Gunung
Usia Humpuss Group memang belum genap satu dasawarsa. PT Humpuss, perusahaan induk kelompok bisnis yang bermarkas di Wisma Antara, Jakarta, itu merayakan ulangtahunnya yang ke-7 pada 23 April lalu. Namun demikian, beberapa anak perusahaan Humpuss Group telah memiliki cucu. Kini Humpuss Group (HG) memiliki 9 anak perusahaan (subsidiary) dan 7 perusahaan afiliasi. Beberapa di antara anak perusahaan tersebut telah memiliki perusahaan yang dikategorikan sebagai second line subsidiary dan second line affiliate. Contohnya, PT Radio Taman Mini, 65% sahamnya dikuasai PT Humpuss Madya Pratama. Anak perusahaan yang bergerak di bidang media luar ruang itu 100% sahamnya dikuasai PT Humpuss (lihat Bagan). Selain itu, PT Humpuss sebagai perusahaan induk memiliki dua divisi, Perkapalan dan Perdagangan Umum.
  Harga : Rp 75,000,-

Obsesi Besar Humpuss
Strategi Humpuss sekarang bisakah mengantarkannya menjadi kelompok bisnis yang disegani di tingkat dunia? Seberapa besar sebetulnya kekuatan Humpuss?
  Harga : Rp 125,000,-

  1     2     3     4     5     6     7     8     9     10     11     12     next