SWA Digital   Home Shopping Cart   Sign In Register  
  Kamis, 28 Mei 2015   How to Order Shipping Payment Term & Condition Contact Us  

Articles
Photos
Documents
06 Sep 2011
Masako Rajin Mengedukasi Target Pasar
Tak terasa sudah 22 tahun produk Masako beredar di Tanah Air sejak diluncurkan pada 1989. Dalam rentang waktu yang tak singkat itu, produk yang dirilis PT Ajinomoto Indonesia (AI) ini berhasil membuktikan diri sebagai jawara produk penyedap.
Home > Artikel

Shopping Cart: 0 Items:  


  Apakah Bahagia Relevan untuk Bisnis?
  Nuraini Kurnia - Dimas Ronggobramantyo - Aston Utan - Miranda Valiyanti - Yohanes Pratama
  Peluang Hot Hotel Low Cost
  Marc S. Pritchard: “P&G Fokus pada Purpose and People”
  Maera A. Panigoro Impresario Baru Pertunjukan Teater Musikal

Most Buy Articles
PERINGKAT 10 PERUSAHAAN TERPERCAYA 2009 (GCG) : Peringkat Perusahaan Terpercaya - SWA Edisi 27/2009
PERINGKAT PERUSAHAAN TERPERCAYA 2010 (GCG) INDONESIA MOST TRUSTED COMPANIES : Mereka yang Terpercaya - SWA Edisi 26/2010
Ayo, Berbisnis Seirama dengan Etika! - SWA Edisi 27/2011
Ketika GCG Menyentuh Pengelolaan Risiko - SWA Edisi 27/2012
Membudayakan GCG dengan Manajemen Pengetahuan - SWA Edisi 27/2013

 

 


Articles

Belajar dari Chairul Tanjung: Bagaimana Menciptakan Diri Jadi Pengusaha Sukses
Ini sudah sering dibicarakan: Indonesia masih membutuhkan lebih banyak lagi pengusaha sukses. Pertanyaannya, bagaimana kita dapat menciptakan lebih banyak lagi pengusaha berhasil?
  Harga : Rp 75,000,-

Politeknik CWE, Menangkap Peluang di Industri Sawit
Indonesia adalah salah satu produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Bersama dengan Malaysia, Indonesia menguasai hampir 90% produksi minyak sawit dunia. Sejak tanaman kelapa sawit dikembangkan di Indonesia pada 1960-an, luas areal perkebunan kelapa sawit berkembang sangat pesat. Pada 1967, arealnya masih seluas 105.808 ha, pada 2014 membengkak menjadi 10,9 juta ha.
  Harga : Rp 75,000,-

Gebrakan Baru Sang Master
William Wongso memang seorang master kuliner. Dia bukan hanya jago masak, ide kreatifnya di bidang kuliner juga seakan-akan tak henti mengalir. Buktinya, setelah sukses sebagai konsultan kuliner papan atas, William kini aktif mengobarkan Private Fine Dining William Wongso. “Ini adalah sebuah konsep, mengenalkan masakan Indonesia ke dunia internasional,” dia menjelaskan misi dari aktivitas terbarunya.
  Harga : Rp 50,000,-

Bisnis Hidroponik Bos Grup Tarra
Bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah alias hidroponik, belakangan menjadi tren di kalangan masyarakat urban. Dengan lahan di perkotaan yang sangat terbatas dan sejalan kian meningkatnya gaya hidup sehat di masyarakat, cara bercocok tanam hidroponik makin diminati.
  Harga : Rp 50,000,-

Teges Hidupkan “Pasar” di Kawasan Bandara AP I
Lama berkecimpung di dunia public relations dan pernah memiliki restoran membuat Teges Prita Soraya tidak canggung ketika didapuk menjadi CEO PT Angkasa Pura Retail. APR adalah anak usaha PT Angkasa Pura I (AP I) yang khusus mengembangkan travel retail, bisnis di sektor non-aeronautika untuk 13 bandara di Indonesia tengah dan timur – antara lain Bandara Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar), Sultan Hasanuddin (Makassar), Sepinggan (Balikpapan), dan Adi Sutjipto (Yogyakarta).
  Harga : Rp 50,000,-

Yosdian A. Pramono
Terlibat dalam tim yang membenahi perusahaan merugi atau bermasalah bukan hal baru bagi Yosdian A. Pramono. Dia pernah bekerja di Pabrik Gula Rajawali II saat rugi dan selanjutnya berangsur membaik. Lalu, bergabung ke Mitra Rajawali Banjaran yang tadinya rugi sekitar Rp 20 miliar, menjadi hanya rugi Rp 2,5 miliar. Terakhir, tepatnya tahun 2013, dia bekerja di Mitra Kerinci yang disebut direksinya sebagai perusahaan duafa, hingga sekarang.
  Harga : Rp 50,000,-

PERTEMPURAN SERU DI PRODUK KONSUMSI
Serang-menyerang berlangsung sengit di pasar produk konsumsi. Toh pasar masih terus bertambah gemuk. Bagaimana bisa bertahan dan tumbuh di pasar tersebut?
  Harga : Rp 75,000,-

CAROLINE ROBERTS
Dunia PR adalah dunia yang amat menarik, karena kita bisa ber jumpa dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang budaya," ujar Caroline Roberts, Public Relations Ma­nager Louis Vuitton Southeast Asia yang berkantor pusat di Hong Kong. Sejak dulu, pehobi aktivitas luar ruang ini memang bercita-cita berkarier di bidangkehumasan. Karena itu, selamat SMA ia melanjutkan studi di bidang fine, arts and communica­tions di Fenum College, Virginia, AS.
  Harga : Rp 50,000,-

RONNY IMBAR
Sembari kuliah di Jurusan Agro­nomi, Fakultas Pertanian, Univer­sitas Hasanuddin. Ronny Imbar bekerja sebagai wiraniaga PT Pebapan Cabang Ujungpandang. Di perusahaan ter­sebut, 1982-1984, lelaki kelahiran Ujung­pandang. Januari 1960 ini menangani pe­masaran produk PT Gillette Indonesia, makanan dan perawatan kesehatan.
  Harga : Rp 50,000,-

ROBERT ARIFIN
Merasa cocok dengan dunia pema­saran, selulus SMA PSKD 1, Jakarta pada 1983, Robert Arifin berangkat ke Ames, Iowa, AS, untuk belajar pema­saran di Iowa State University. "Saya suka, karena pemasaran tidak memiliki teori khu­sus. Satu tambah satu bisa saja berarti tiga, papar Manajer Pemasaran Indofood Fritoo-Lay (IFL) yang akrab dipanggil Robby ini.
  Harga : Rp 50,000,-

JOY HARYADI
Dulu, Joy Haryadi tak pernah mem­bayangkan akan menjalin karier di dunia perhotelan. Namun setelah 10 tahun menimba pengalaman kerja di berbagai hotel, kini ia mengaku tidak ber­minat lagi pindah profesi. "Dunia per­hotelan banyak memberi kepuasan batin bagi saya," ucap Manajer Penjualan Bali Imperial Hotel ini.
  Harga : Rp 50,000,-

Saluran Khusus Keluhan Pelanggan
Tunjukkan bahwa Anda memper­hatikan konsumen Anda. Begitulah kiat Burger King — perusahaan jaringan fast-food — di Inggris untuk memberi pelayanan prima kepada pelang­gannya. Caranya, Burger King me­nyediakan saluran telepon khusus yang disebut careline untuk menampung semua keluhan dan saran pelanggannya. Selain itu, Burger King juga menjawab langsung beberapa saran pelanggannya lewat saluran tersebut.
  Harga : Rp 75,000,-

BISNIS PETI KEMAS UJIAN BAGI ONGKIE
Setelah Hasan M. Soedjono sukses memimpin PT Sempati Air, kini giliran Ongkie P. Soemamo diuji kemampu­annya: terjun langsung me­mimpin unit usaha PT Humpuss. Sejak 1 Agustus 1993, Ongkie tak lagi menjadi tangan kanan Tommy Soeharto di PT Humpuss Hold­ing. Jabatan Direktur Eksekutif PT Humpuss, yang cuma terpaut satu tingkat di bawah Direktur Utama Tommy Soeharto, ditanggalkan Ongkie. Posisinya kini direktur utama di PT Senawangi Wisamarta Utama (SWU), yang menaungi tiga perusahaan (PT Senawangi Freigth Forwarding, PT Senawangi Graha Persada, dan PT Senawangi Sempati). Selain menjadi orang nomor satu di SWU, Ongkie juga memegang posisi yang sama di perusahaan yang baru dimasuki Humpuss, yakni PT Humpuss Terminal Peti Kemas (HTPK).
  Harga : Rp 75,000,-

HUMPUSS SETELAH JADI INVESTMENT HOLDING
Bidang usaha yang akan dikembangkan telah ditetapkan dengan tegas. Tapi, Humpuss tetap merambah bidang di luar bisnis utama. Masa depannya?
  Harga : Rp 150,000,-

DUET OTOMOTIF TOMMY DAN SETIAWAN DJODY
Hutomo Mandala Putra tampaknya tidak hanya puas menjadi pembalap. Putra Presiden yang akrab di­panggil Tommy itu juga ingin berkiprah di industri otomotif. Berpatungan dengan Setiawan Djody, ia mendirikan PT Megatech. Rencananya, perusahaan ini akan memproduksi mobil dengan menggunakan teknologi Lamborghini. "Kami akan melakukan fall manufacturing di Indone­sia," ujar Tommy optimistis.
  Harga : Rp 75,000,-

  1     2     3     4     5     6     7     8     9     10     11     12     next