SWA Digital   Home Shopping Cart   Sign In Register  
  Sabtu, 25 April 2015   How to Order Shipping Payment Term & Condition Contact Us  

Articles
Photos
Documents
07 Sep 2011
Dari Daerah, Mereka Bergerilya
Berbekal keintiman dengan budaya daerah masing-masing dipadukan dengan manajemen modern, merek-merek asli Indonesia di berbagai daerah terus berkibar. Beberapa di antaranya sukses go national, bahkan go international.
Home > Artikel

Shopping Cart: 0 Items:  


  LINTAS
  JENDELA INFORMASI BISNIS INTERNASIONAL
  BERJAYA DI UDARA
  SEMARANG, SETELAH BUKAN REDE
  PERATURAN BUAT PRIMADONA

Most Buy Articles
PERINGKAT 10 PERUSAHAAN TERPERCAYA 2009 (GCG) : Peringkat Perusahaan Terpercaya - SWA Edisi 27/2009
PERINGKAT PERUSAHAAN TERPERCAYA 2010 (GCG) INDONESIA MOST TRUSTED COMPANIES : Mereka yang Terpercaya - SWA Edisi 26/2010
Ayo, Berbisnis Seirama dengan Etika! - SWA Edisi 27/2011
Ketika GCG Menyentuh Pengelolaan Risiko - SWA Edisi 27/2012
Membudayakan GCG dengan Manajemen Pengetahuan - SWA Edisi 27/2013

 

 


Articles

TULANG PUNGGUNG GRUP ASTRA
Walau didukung beberapa divisi, sektor otomotif tetap menjadi penopang utama Grup Astra. Berikut kondisi dan prospek divisi-divisi tersebut.
  Harga : Rp 150,000,-

DI BALIK AMBISI PRAJOGO PANGESTU
Sukses membawa PT Barito Pacific masuk bursa, kini Prajogo Pangestu menggemukkan porsi saham di PT Astra International. Apa rencana dia sebenarnya?
  Harga : Rp 75,000,-

ASTRA MAKIN MERAKSASA DENGAN STRATEGI 555
Dimiliki dan di bawah pengawasan sederet pengusaha besar Indonesia, Astra membuat rencana jangka panjang baru. Perusahaan ini akan meninggalkan bidang-bidang yang tak begitu mereka kuasai dan akan berkonsentrasi pada 5 bidang utama. Kemungkinan suksesnya?
  Harga : Rp 75,000,-

“SUPER” PRAJOGO DAN ASTRA
Setelah mengambil alih kepemilikan Grup Astra, Prajogo Pangestu dan kawan-kawan konglomerat berencana membuat Astra makin meraksasa. Tapi, mampukah "P2" membuat Astra lebih dari sekadar raksasa?
  Harga : Rp 50,000,-

William Tunggaldjaja
Ketika didapuk sebagai Country Manager Path Indonesia yang pertama, William Tunggaldjaja merasa itu sebagai peluang sekaligus tantangan. Dengan pengalaman menjadi Country Manager Zomato Indonesia, tidak sulit baginya menghadapi tantangan karier barunya itu. Setidaknya, ada dua alasan yang membuatnya jatuh hati kepada Path. “Pertama, memiliki kesamaan visi dan misi. Kedua, dibutuhkan skill besar sekali. Saya maunya bukan hanya fokus di makanan, tetapi dari semua aspek orang dalam membangun relasi dengan yang lain. Itu kan sesuatu yang berbeda dan mass market. Maka, saya pikir skill yang besar dibutuhkan di Path,” ujar William.
  Harga : Rp 35,000,-

Ambisi Saira “Menjual” Merek Lokal
Peluang bisnis di industri kreatif sangat prospektif yang nilai pasarnya mencapai triliunan rupiah. Kamar Dagang dan Industri Indonesia memproyeksikan pasar industri kreatif nasional pada 2015 mencapai Rp 900 triliun, atau tumbuh 28,5% dibanding tahun 2014 (Rp 700 triliun). Tak heran, pemerintah membentuk Badan Ekonomi Kreatif guna mendorong industri ini.
  Harga : Rp 50,000,-

Bisnis Penghilang Rambut Ala Fadly Sahab
Gairah untuk menjadi wirausaha membuat Fadly Sahab gemar mencoba aneka bisnis. Hingga akhirnya, bisnis hair removal alias penghilang rambut halus membuat peruntungan kelahiran 11 Agustus 1984 ini tumbuh lebat. Lulusan Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah Universitas Gadjah Mada itu kini memiliki sembilan gerai salon penghilang rambut halus Zap yang dibesutnya pada 2009.
  Harga : Rp 50,000,-

Gebrakan Mellyun dan Dita di Pasar Ritel Fashion
Fashionable dengan rancangan desainer kondang dan harga terjangkau. Juga, bisa dipakai setiap hari alias ready to wear. Itulah konsep yang diusung duo desainer Mellyun Xing dan Dita Addlecoat. Lewat merek Monday to Sunday, dua desainer yang masih berusia di bawah 30 tahun ini ingin mendobrak anggapan bahwa fashion di Indonesia identik dengan pakaian pesta yang mahal. “Kami ingin mengubah asumsi sebuah fashion hasil karya desainer itu barang mahal, menjadi sesuatu yang dapat digunakan oleh semua orang. Orang-orang biasa bisa memakai baju desainer, tetapi harganya affordable,” ungkap Dita.
  Harga : Rp 50,000,-

Bung Hatta
Menurut orang tua saya, kalau bermimpi, sebaiknya tidak diceritakan kepada orang lain, apalagi kalau mimpi buruk. Namun, kali ini saya terpaksa melanggar anjurannya. Selain karena bukan mimpi buruk, mimpi kali ini benar-benar berbeda.
  Harga : Rp 50,000,-

Menggoyang Organisasi Lewat Desain
Posisinya yang dominan tak membuatnya puas. Produknya terus disempurnakan. Basisnya: membangun kultur design thinking yang hebat.
  Harga : Rp 75,000,-

Cara Lee Cooper Indonesia Memodernisasi Sistem
Karena kebutuhan perkembangan bisnis, perusahaan ritel apparel PT Lee Cooper Indonesia memutuskan untuk memodernisasi dan mengintegrasikan sistemnya. Ranah e-commerce juga disentuh. Bagaimana proses dan hasilnya?
  Harga : Rp 75,000,-

Butet Kartaredjasa: Agresif Memburu Return Tinggi
Jangan pernah menaruh semua telur dalam satu keranjang, karena jika keranjang jatuh, pecah semua telurnya. Itu menjadi prinsip investasi Butet Kartaredjasa, sehingga ia mendiversifikasi investasi untuk mengejar return tinggi. Caranya?
  Harga : Rp 75,000,-

Dinamika Wall’s Melelehkan Pasar Es Krim
Selalu relevan, terus berinovasi, dan produk yang selalu tersedia di pasar menjadi daya saing Unilever Indonesia dalam memasarkan Wall’s untuk menguasai pasar es krim di negeri ini. Bagaimana perjuangan Wall's agar tetap berkibar?
  Harga : Rp 125,000,-

Wajah Baru Si Raja ISP
CBN mampu bertahan dengan baik di tengah kondisi kawan-kawannya sesama perusahaan Internet service provider yang makin muram. Perusahaan ini sukses memoles wajah barunya.
  Harga : Rp 150,000,-

Di Balik Sukses Industri Perikanan Thailand
Sumber daya alam, termasuk perikanan, bukanlah anugerah yang tak terbatas. Inilah harga yang mesti dibayar untuk mempertahankan produktivitas jika kita lupa prinsip keterbatasan tersebut.
  Harga : Rp 125,000,-

  1     2     3     4     5     6     7     8     9     10     11     12     next