SWA Digital   Home Shopping Cart   Sign In Register  
  Senin, 18 Februari 2019   How to Order Shipping Payment Term & Condition Contact Us  

Articles
Photos
Documents
07 Sep 2011
Dari Daerah, Mereka Bergerilya
Berbekal keintiman dengan budaya daerah masing-masing dipadukan dengan manajemen modern, merek-merek asli Indonesia di berbagai daerah terus berkibar. Beberapa di antaranya sukses go national, bahkan go international.
Home > Artikel

Shopping Cart: 0 Items:  


  ADA PERTARUNGAN SERU DI PENTAS BISNIS HOTEL
  HILTON JAKARTA NOMOR TIGA DI DUNIA
  BAGAIMANA HILTON DIBANGUN BAGAIMANA HILTON PECAH
  EDWARD SOERYADJAYA: CALON RAJA HOTEL ASIA
  KETEMU JODOH, MENGAPA TIDAK?

Most Buy Articles
PERINGKAT 10 PERUSAHAAN TERPERCAYA 2009 (GCG) : Peringkat Perusahaan Terpercaya - SWA Edisi 27/2009
PERINGKAT PERUSAHAAN TERPERCAYA 2010 (GCG) INDONESIA MOST TRUSTED COMPANIES : Mereka yang Terpercaya - SWA Edisi 26/2010
Ayo, Berbisnis Seirama dengan Etika! - SWA Edisi 27/2011
Ketika GCG Menyentuh Pengelolaan Risiko - SWA Edisi 27/2012
Membudayakan GCG dengan Manajemen Pengetahuan - SWA Edisi 27/2013

 

 


Articles

Badai Mengempas Bisnis Perbankan
Bisnis perbankan menghadapi cobaan berat di dunia internasional maupun di sini. Kenapa bisa begini? Apa pokok soalnya? Bagaimana masa depannya?
  Harga : Rp 125,000,-

Bisnis Sepatu-Nikah Custom Regina Alifen
Sepatu menjadi salah satu elemen penting yang perlu dipersiapkan dalam momen spesial seperti pernikahan. Karena, setiap pengantin tentu ingin tampil sempurna dan maksimal di hari pernikahannya. Apalagi, buat mempelai wanita. Kebutuhan inilah yang ditangkap oleh Regina Alifen, yang kemudian mendorongnya membuka bisnis sepatu pernikahan custom pada 2008. Merek yang diusungnya: Regis Bridal Shoes.
  Harga : Rp 75,000,-

Bisnis IoT Andi Yadi
Meski sudah 13 tahun Andi Yadi bergelut dalam pembuatan software untuk beragam bidang, baru pada 2015 bendera Dycode didaftarkan secara legal. Hal itu menurut Andi karena ia membangun bisnis tidak sendirian. Bersama enam temannya, ia mencoba menjalankan bisnis baru. Namun, dalam perjalanan, tinggal Andi yang aktif. Sementara yang lain mundur teratur.
  Harga : Rp 75,000,-

Cara Farfetch Manjakan Penggemar Fashion Mewah
Dengan menyediakan platform dan marketplace, perusahaan yang baru berumur 10 tahun ini sukses menghubungkan para desainer berkelas, butik-butik fashion mewah, dan pelanggannya di seluruh dunia. Aneka inovasi --seperti Augmented Retail dan teknologi Store of the Future-- pun terus digulirkan.
  Harga : Rp 125,000,-

Agus Susanto: Diversifikasi Aset ke Saham, Obligasi, Properti, dan Bisnis
Pengusaha asal Cirebon ini mendiversifikasi aset dan mengoptimalkan return dari saham untuk diinvestasikan kembali ke pasar saham dan menambah modal bisnis distribusi. Dia pernah mengalami kerugian karena pola trading-nya cenderung dipengaruhi rumor pasar.
  Harga : Rp 75,000,-

Pelajaran dari Turnaround ala Rekind
Sempat rugi Rp 707,7 miliar di tahun 2015, PT Rekayasa Industri kini tumbuh sehat berkat program turnaround yang dilakukan. Mau tahu rahasia suksesnya?
  Harga : Rp 125,000,-

Mendorong Bermunculannya Bintang Bisnis dari Daerah
Pengusaha daerah harus terus ditumbuhkan. Apa peran pemerintah dan pengusaha itu sendiri? Bila diperhatikan, sungguh besar potensi untuk makin tumbuhnya pengusaha daerah. Asumsi paling sederhana adalah menguatnya ekonomi digital yang bisa memancing pergerakan aktivitas mereka. Dan, tentu saja pembangunan infrastruktur yang dihela di banyak sudut negeri ini.
  Harga : Rp 125,000,-

Grup Surya Yudha, Miliki BPR Beraset Rp 2,92 Triliun
Grup Surya Yudha, kelompok usaha yang berbasis di Banjarnegara, Jawa Tengah, memiliki lini bisnis keuangan, properti (hotel), dan wahana wisata. Surya Yudha didirikan oleh Satriyo Yudiarto. Embrio bisnis konglomerasi bisnis ini berawal di tahun 1992. Kala itu, Satriyo mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Yudhakencana di Banjarnegara. Bisnis keuangan inilah cikal bakal Surya Yudha, yang kemudian merambah bisnis perhotelan dan pariwisata.
  Harga : Rp 75,000,-

Heryanto Tanaka : Raja Kapas Kecantikan dari Semarang
Anda, terutama kaum wanita dan khususnya remaja putri, tentu tidak asing dengan kapas kecantikan merek Selection. Cakupan produk kapas ini meliputi aneka facial cotton, cotton bud, cotton roll, absorbent cotton, cotton silver, bleached cotton, hingga kertas tisu. Distribusi kapas Selection merambah hampir seantero Indonesia. Maklum, seperti diklaim sang pemilik merek, Heryanto Tanaka, Selection menguasai 65-70 persen pangsa pasar kapas kecantikan di Indonesia.
  Harga : Rp 50,000,-

Campina , Jagoan Es Krim dari Surabaya
Di sebuah garasi rumah di Surabaya (Jawa Timur), es krim Campina mulai diproduksi oleh pendirinya, Darmo Hadipranoto, tahun 1972. Kala itu Darmo memproduksi es krim karena anak perempuannya suka sekali es krim dan saat itu es krim sangat mahal harganya. Darmo yang saat itu berprofesi sebagai eksportir dan importir pun berangkat ke Italia untuk mengikuti kursus membuat es krim.
  Harga : Rp 75,000,-

Tiga Sekawan dari Yogya, Meroket di Bisnis Mold dan Dies
Tiga alumni ATMI Surakarta tampil sebagai jawara di bidang mold (alat pencetak produk plastik) dan dies (alat pencetak komponen logam) yang menawarkan solusi ke perusahaan rokok, otomotif, hingga industri penerbangan. Bagaimana kisahnya?
  Harga : Rp 75,000,-

RS Sari Asih, Fokus pada Visi-Misi-Spirit
Tahun ini, RS Sari Asih genap memasuki usia 38 tahun. Total tujuh cabang telah berdiri, semuanya berada di wilayah Tangerang. Dan bagi warga kota itu, rumah sakit ini bukan hanya bintangnya bisnis rumah sakit, tetapi memang terbilang sangat membantu, khususnya bagi ibu-ibu yang ingin bersalin.
  Harga : Rp 75,000,-

Laksana Raja Karoseri Bus dari Ungaran
CV Laksana bukanlah pemain baru di bisnis karoseri bus. Perusahaan yang dirintis Jusup Arman pada 1967 ini bermula dari sebuah bengkel permesinan. Pada 1977 Laksana memulai bisnisnya sebagai karoseri kendaraan.
  Harga : Rp 75,000,-

Asal Jaya, Raja Kopi yang Datangkan Devisa US$ 100 Juta Per Tahun
Di sebuah pedesaan, sekitar 38 km arah selatan dari pusat Kota Malang, Jawa Timur, berdiri perusahaan yang omsetnya lebih dari Rp 1 triliun. Tepatnya di Jl. Semeru Selatan 800, Sumberkembar, Dampit, Kabupaten Malang. Perusahaan itu adalah PT Asal Jaya, yang bisnis utamanya pengolahan biji kopi untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
  Harga : Rp 75,000,-

Tigor Chendarma Melambungkan Bomar di Pasar Dunia
PT Bogatama Marinusa (Bomar) dikenal sebagai perusahaan besar di Makassar, Sulawesi Selatan, yang bergerak dalam bisnis pengolahan dan pembekuan udang. Produknya berupa udang beku dan udang olahan yang telah diekspor ke berbagai negara. Kehadiran Bomar sesungguhnya tidak terlepas dari kiprah dan perjuangan panjang Tigor Chendarma, Presiden Direktur sekaligus pendiri Bomar, yang memulai bisnisnya dari budidaya udang.
  Harga : Rp 75,000,-

  1     2     3     4     5     6     7     8     9     10     11     12     next