SWA Digital   Home Shopping Cart   Sign In Register  
  Sabtu, 23 September 2017   How to Order Shipping Payment Term & Condition Contact Us  

Articles
Photos
Documents
06 Sep 2011
Masako Rajin Mengedukasi Target Pasar
Tak terasa sudah 22 tahun produk Masako beredar di Tanah Air sejak diluncurkan pada 1989. Dalam rentang waktu yang tak singkat itu, produk yang dirilis PT Ajinomoto Indonesia (AI) ini berhasil membuktikan diri sebagai jawara produk penyedap.
Home > Artikel

Shopping Cart: 0 Items:  


  Bisnis-bisnis Lain Keluarga GG
  Liku-liku Menarik Produk Bermasalah
  Kend, The Real King of Key
  Melebarkan Peluang Melalui Merek
  Jago Bicara Investasi, Nyali Konservatif

Most Buy Articles
PERINGKAT 10 PERUSAHAAN TERPERCAYA 2009 (GCG) : Peringkat Perusahaan Terpercaya - SWA Edisi 27/2009
PERINGKAT PERUSAHAAN TERPERCAYA 2010 (GCG) INDONESIA MOST TRUSTED COMPANIES : Mereka yang Terpercaya - SWA Edisi 26/2010
Ayo, Berbisnis Seirama dengan Etika! - SWA Edisi 27/2011
Ketika GCG Menyentuh Pengelolaan Risiko - SWA Edisi 27/2012
Membudayakan GCG dengan Manajemen Pengetahuan - SWA Edisi 27/2013

 

 


Artikel Detail

06 Sep 2011
Multiply Indonesia di Tangan Daniel Tumiwa

April 2011, Multiply Inc. secara resmi membuka kantor perwakilan di Indonesia. Keberadaan kantor perwakilan ini sebenarnya bisa dibilang terlambat. Pasalnya, tanpa dukungan dari Multiply Inc. pun, Multiply Indonesia sudah menduduki peringkat tinggi di Alexa ranking, yaitu ke-25. Bahkan untuk jumlah unique visitors ke website, Multiply Indonesia menduduki peringkat pertama.


Pertumbuhan yang meyakinkan inilah yang mendorong Multiply Inc. mengembangkan investasinya di Indonesia. Kehadiran kantor perwakilan tersebut diharapkan menjadi bagian dari rencana perusahaan melakukan tranformasi menjadi destinasi berbelanja online dan situs jejaring sosial paling dominan di Asia Tenggara.


Adalah Daniel Tumiwa yang ditunjuk menjadi Country Manager Multiply Indonesia. “Kami memutuskan berkembang di Indonesia karena melihat potensi pangsa pasar online yang sangat luar biasa,” ujar Pezaris, pendiri dan CEO Multiply. Menurutnya, kehadiran Daniel dalam jajaran tim Multiply adalah untuk memimpin rencana-rencana mengembangkan pasar berbelanja online terdepan, sekaligus membantu wirausaha Indonesia membawa bisnis mereka dari offline menjadi online.


Bagi Daniel, tawaran Multiply ini sangat menantang. “Saya memiliki kesempatan mengeksplorasi dan men-set up system,” ungkapnya. Ia senang karena pendekatan yang dilakukan Multiply kepadanya juga terkesan sangat profesional. “Saya akan memimpin tim di Indonesia dan saya memperoleh otoritas penuh mengembangkannya.”


Daniel bukan tanpa alasan menerima kesempatan emas itu. Baginya, posisi underdog justru menguntungkan. Karena, ia dapat mengeksplorasi strategi seluas-luasnya. “Multiply perusahaan kecil, tugas saya memberikan kontribusi supaya namanya jadi besar,” papar Daniel yang merasa sangat dihargai karena diberi wewenang yang begitu besar. “Multiply bukan Google, Multiply bukan Facebook, bukan Twitter. Multiply adalah underdog, makanya saya mau,” ujar Daniel yang bertanggungjawab langsung kepada founder Multiply.


Target yang dibebankan kepada Daniel sebenarnya tidak lah ringan. Ia harus bisa membawa Multiply Indonesia menjadi 3 besar e-commerce di Indonesia dalam 12 bulan. Akan tetapi, Daniel tak gentar. Ia yakin, target itu bisa dipenuhinya, karena hingga April 2011 saja, sudah ada 36 ribu merchant dengan 5,4 juta pengunjung per bulan.


Daniel yakin dapat memenuhi target yang dibebankan kepadanya. Pertimbangannya, Multiply sudah dilengkapi dengan sistem pembayaran yang paling aman, proteksi pembeli, dan tools terbaik untuk penjual. Halaman yang disediakan Multiply juga 100% dapat di- custom. “Biarkan penjual sendiri yang bicara tentang Multiply. Penjual menemukan semua tool di Multiply, meng-upload 2 ribu foto juga bisa,” ujarnya. “Merchant kami yang punya omset Rp 150 juta ke atas banyak sekali,” tambahnya.


Daniel merupakan eksekutif yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun di industri media tradisional dan digital. Namanya mulai dikenal saat menjadi penyiar Radio Oz, Bandung. Pekerjaan itu dilakoninya saat masih duduk di bangku kuliah, Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahiyangan, Bandung.


Dari penyiar radio, Daniel beralih profesi menjadi penyiar televisi. Ia dipercaya menjadi host acara Tren Musik di RCTI. Perkenalan dengan dunia televisi itu jugalah yang akhirnya mengantarkannya menjadi punggawa di MTV Asia.


Lepas dari MTV Asia, Daniel mencoba peruntungan sebagai digital entrepreneur. Bersama mitranya, ia mendirikan contestonly.com, situs yang berisikan kuis-kuis yang terkait dengan sponsor. Sempat meraup untung yang cukup besar, usaha ini akhirnya bangkrut. “Mungkin tak ada yang percaya waktu itu uang di rekening saya saldonya Rp 35 ribu karena habis untuk membayar utang. Sementara istri saya sedang hamil 8 bulan,” cerita ayah tiga anak ini.


Lepas dari contestonly.com, Daniel sempat menangani soundbuzz.com dan menjadi konsultan independen, sampai akhirnya diditunjuk menjadi Direktur Pengelola PT Universal Music Indonesia. Salah satu band yang berhasil diorbitkannya adalah Samsons.


Di Universal Music, Daniel pun tak bertahan terlalu lama. Ia kemudian bergabung dengan raksasa di bisnis rokok, PT Djarum, sebagai Manajer Pengembangan Bisnis. Tugasnya, membuat program dan mencari peluang-peluang bisnis digital, serta mempelajari e-commerce. Ia juga terlibat untuk urusan kampanye go green Djarum. “Tapi pekerjaan itu bukan gue banget! Saya katakan ke mereka, saya lebih tertarik mendalami aplikasi mobile,” ujarnya. Lepas dari Djarum, ia berkarier di 7 Langit, perusahaan pembuat aplikasi BlackBerry terbesar di Indonesia.


Menurut Yoris Sebastian, Daniel merupakan sosok yang sangat kreatif yang selalu mengerjakan sesuatu yang sifatnya baru, fresh dan menantang. “Kebanyakan tantangan berhasil dia jadikan kesempatan emas untuk membuat sejarah, seperti kehadiran Samsons dan ledakan penjualan digital yang mencengangkan level Asia,” ujar Yoris yang telah lama mengenal Daniel.


Keberagaman pengalaman Daniel, di mata Yoris, akan menjadi modal yang sangat berharga bagi Daniel untuk memimpin Multiply Indonesia. “Saya menunggu terobosan kreatif dari seorang Daniel Tumiwa,” ujarnya.(*)



Taufik Hidayat dan Siti Ruslina

"Hak Cipta artikel ini milik SWA dan dilindungi dengan Undang-undang. Dilarang menyadur, mengkopi, mengutip atau menggunakan tanpa izin tertulis, sebagian atau seluruh isi untuk tujuan apapun. Untuk memesannya silahkan klik tombol 'Add'."