SWA Digital   Home Shopping Cart   Sign In Register  
  Selasa, 18 Desember 2018   How to Order Shipping Payment Term & Condition Contact Us  

Articles
Photos
Documents
06 Sep 2011
Kapal Api Pionir Kopi Bubuk Bermerek
“Kami ingin kopi Kapal Api punya intimacy dengan konsumen, sehingga merek ini selalu ada di hati pelanggan, menjadi top of mind. Kami juga berharap Kapal Api menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berkibar di mancanegara,” ujar Ihsan Mulia Putri, CEO PT Kapal Api Global Holding, saat ditemui di kantornya di gedung perkantoran The Plaza, Jakarta Pusat.
Home > Artikel

Shopping Cart: 0 Items:  


  Berebut Pasar Car Theatre
  Wajah Lesu Industri Otomotif
  Kemasan Cup, Diferensiasi yang Makin Ngetren
  Kilas
  Siklus Bisnis sebagai Keunggulan Bersaing

Most Buy Articles
PERINGKAT 10 PERUSAHAAN TERPERCAYA 2009 (GCG) : Peringkat Perusahaan Terpercaya - SWA Edisi 27/2009
PERINGKAT PERUSAHAAN TERPERCAYA 2010 (GCG) INDONESIA MOST TRUSTED COMPANIES : Mereka yang Terpercaya - SWA Edisi 26/2010
Ayo, Berbisnis Seirama dengan Etika! - SWA Edisi 27/2011
Ketika GCG Menyentuh Pengelolaan Risiko - SWA Edisi 27/2012
Membudayakan GCG dengan Manajemen Pengetahuan - SWA Edisi 27/2013

 

 


Artikel Detail

06 Sep 2011
Ketika Sang Gajah Kepincut Bisnis Taman Hiburan

Jumat 8 April lalu menjadi hari yang sangat istimewa bagi Chairul Tanjung, bos Grup Para. Pemilik Trans TV ini merayakan acara topping off Indoor Trans Studio Theme Park Bandung yang ditandai dengan penancapan paku emas di atas atapnya.


Sebelum membangun theme park di Bandung itu, pada 9 September 2009 Chairul Tanjung telah membuka Trans Studio Theme Park Makassar yang berada di atas lahan 2,7 hektare.


Bisnis taman hiburan tematis (theme park) saat ini memang tengah diminati beberapa pengembang di Indonesia. Selain Grup Para melalui PT Trans Corpora, Grup Bakrie lewat PT Bakrieland Development Tbk. juga berencana membangun Disneyland Park di Kawasan Wisata Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Jonggol, pada 2012. Sebelumnya, Hari Darmawan telah membuka Taman Wisata Matahari di Puncak, Bogor, di atas areal 30 ha.


Tak heran, PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA), pengelola taman hiburan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) ikut gerah. Kabarnya, manajemennya pun menyiapkan beberapa strategi dalam pengembangan ke depan. Selain memperbaiki dan menambah fasilitas, PJA juga mengincar Surabaya, Medan dan Balikpapan sebagai daerah ekstensifikasi bisnisnya.


Namun yang kelihatan paling ambisius belakangan ini adalah Grup Para. Tengok saja proyek Trans Studio Bandung. Taman hiburan tematis indoor ini akan berdiri di atas lahan 4,2 ha dari total 10 ha kawasan Bandung Supermall, Jl. Gatot Subroto, Bandung. Di lokasi ini selain theme park juga akan dibangun Trans Hotel yang berbintang 6 dengan kapasitas 400 kamar, selain Hotel Ibis New Generation berbintang tiga berkapasitas 600 kamar.


Ukuran Trans Studio Bandung dua kali lebih besar dari Trans Studio Makassar yang luasnya 2,4 ha. Bila Trans Studio Makassar menargetkan segmen anak-anak, Trans Studio Bandung menyasar kalangan pengunjung remaja dan keluarga. Di wahana hiburan di Bandung ini, akan tersedia fasilitas roller coaster Yamaha yang katanya hanya ada tiga di dunia (dua lainnya di Amerika Serikat). Tersedia pula teknologi 4D simulator yang pertama di dunia. Di sepanjang walking area akan disuguhkan berbagai pertunjukan drama musikal yang mengadaptasi pertunjukan di panggung Broadway, AS. Di sini pula akan digelar pertunjukan sirkus Rusia, akrobat Cina, dan sebagainya.


Total investasi yang digelontorkan Grup Para untuk membangun Trans Studio Bandung sebesar Rp 2 triliun. Dengan harga tiket sekitar Rp 200 ribu per orang, theme park ini menargetkan sekitar 3 juta pengunjung per tahun atau lebih dari dua kali lipat Trans Studio Makassar yang ditargetkan menggaet 1,2 juta pengunjung per tahun. Kalau skenario ini berjalan, hanya dari tiket PT Para Bandung Propertindo (PBP) bisa menggaet Rp 600 miliar per tahun atau bisa mencapai break even point dalam waktu sekitar 3,5 tahun.


Chairal Tanjung (adik Chairul Tanjung) sebagai Komisaris PBP, optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat jumlah penduduk Bandung dan sekitarnya mencapai 47 juta jiwa. Dan ia sangat berharap dapat menggaet sebanyak-banyaknya masyarakat Jabodetabek yang jumlah penduduknya mencapai 20 juta jiwa dengan pendapatan per kapita rata-rata US$ 10/hari. “Untuk mencapai 3 juta orang rasanya bisa,” ujar Chairal.


Ditegaskan Chairal, dalam rencana jangka panjang pihaknya akan membangun 20 Trans Studio di 20 kota di Indonesia yang dilengkapi dengan hotel berbintang 6 (Trans Hotel) dengan tiga gerai flagship-nya di Makassar, Bandung dan Jakarta. Untuk ketiga gerai theme park itu saja diperkirakan menghabiskan dana lebih dari Rp 10 triliun. “Nantinya setiap ada Trans Studio, di situ ada Trans Hotel, tapi tak menutup kemungkinan kami akan membangun Trans Hotel secara mandiri. Jadi ini benar-benar beyond the luxury,” ujarnya.



Yuyun Manopol & Siti Ruslina

Riset: Siti Sumariyati


"Hak Cipta artikel ini milik SWA dan dilindungi dengan Undang-undang. Dilarang menyadur, mengkopi, mengutip atau menggunakan tanpa izin tertulis, sebagian atau seluruh isi untuk tujuan apapun. Untuk memesannya silahkan klik tombol 'Add'."